Buku motivasi yang bisa mengubah cara orang dalam berpidato di depan umum. Temukan tips-tips ringan dan bisa diterapkan dengan mudah.
Tidak semua orang nyaman berpidato, tetapi dengan menerapkan tips-tips yang ada di buku ini, Anda akan terbebas dari rasa takut, gemetar dan canggung. Buktikan bahwa Anda mampu berdiri dan berbicara di depan orang banyak.
Suatu hari kelas Rani kedatangan siswa baru bernama Aria. Rani menggodanya dengan melemparkan laba-laba mainan. Tak disangka Aria ketakutan sampai keluar dari kelas. Di hari lain pula Rani memperlihatkan laba-laba pada Aria dan itu membuat Aria pingsan. Ternyata Aria pengidap fobia.
Sejak itu Aria tidak mau bicara lagi dengan Rani. Sikapnya malah membuat Rani menyukai Aria. Ia selalu panas dingin jika sepulang sekolah, dan akhirnya jatuh sakit.
Saat sakit, teman-teman Rani menjenguk, termasuk Aria. Rani meminta maaf atas kelakuannya. Saat itulah Rani tahu kalau Aria telah menjalani terapi untuk mengatasi fobianya.
Usai sembuh dari sakit dan papa Rani diangkat menjadi bupati, Rani tidak lagi mengusili teman-temannya. Ia berubah menjadi anak yang berprestasi. Perubahan itu membuat Aria yang semula benci pada Rani, menjadi tidak benci lagi. Rani pun semakin suka pada Aria. Tapi perasaan itu hanya bisa diungkapkannya lewat buku diary.
Rani berniat mengungkapkan perasaannya pada Aria. Tapi belum juga niat itu kesampaian, ia keburu mendengar kabar kalau Aria pacaran dengan Arlin. Rani berpendapat bahwa kegagalannya mendapatkan cinta dari Aria itu karena ulah papanya yang selama ini selalu mengatur hidupnya.
Rani mulai membangkang, ia tidak mengacuhkan perintah papanya. Hingga kemudian ia berkenalan dengan Raden, seorang anak jalanan yang punya bakat melukis. Ketika Raden meninggal, Rani baru menyadari bahwa tak seharusnya ia menyalahkan papanya.